Pelayanan

Peringatan Hari Kakao Indonesia Tahun 2019 di Kabupaten Solok Berlansung Meriah

kubung | Minggu, 06 Oktober 2019 - 19:14:51 WIB | dibaca: 67 pembaca

Kab.Solok  (Kubung)- Kabupaten Solok jadi Tuan Rumah Dalam rangka Memeperingati Hari Kakao Indonesia yang bertempat di Nagari Koto Baru dan Kebun Kakao Bapak Busron Kelompok tani Saiyo Nagari Salayo (5/10) yang dihadiri oleh  Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Perkebunan Bapak Dr.Ir.Kasdi Subagyono,M.sc , Gubenur Sumatera Barat, Bupati Solok H.Gusmal,SE.MM, Ketua DPRD Kab.Solok Jon Firman Pandu, SKPD se Sumatera-Barat, PT. Riset Perkebunan Nusantara, PT. Pengelola Aset Islami Indonesia, Kepala Balit Koka Jember,  Sekda Kab.Solok, Kepala SKPD Kabupaten Solok dan Daerah Se - Indonesia, Kelompok Tani Kakao Se- Indonesia, dan seluruh masyarakat yang sangat antusias mengikuti acara tersebut. Acara diawali laporan dari ketua panitia Bapak Admojo Setiono, Kabupaten Solok mempunyai kakao terbaik, buktinya saat lomba kakao yang berproduksi tinggi terpilih salah satu kakao terbaik di Indonesia yaitu Kelompok Tani Saiyo Kab.Solok. Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh semua instansi dan pihak terkait yang telah membantu terselenggara acara Hari Kakao Indonesia ini.

Dalam Sambutanya Bupati Solok H.Gusmal,SE.MM berharap Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI membantu petani Kabupaten Solok mengembangkan tiga komoditas perkebunan unggulan yaitu kakao, kopi arabika, dan teh organik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

"Saya mohon Dirjen perkebunan dapat membawa program Kementan RI yang mengintegrasikan perkebunan dengan perternakan, sehingga selain meningkatkan produksi perkebunan juga menambah penghasilan petani dari peternakan," kata Bupati Solok.

Bapak Bupati menilai tingkat perekonomian masyarakat di Sumbar khususnya di Kabupaten Solok menurun, sehingga petani harus dapat menggairahkan industri perkebunan, salah satunya dengan inovasi pengintegrasian tanaman perkebunan dengan peternakan.

"Karena kotoran hewan ternak bisa jadi pupuk tanaman. Hal ini tentu menghemat biaya perawatan dan produksi perkebunan," katanya.

Khusus petani kakao kami memberi perhatian khusus untuk pertanian kakao Kab.solok dari APBD dan APBN, dan alhamdulillah akhirnya  mendapatkan penghargaan kakao terbaik di tahun 2018.

Bupati  juga mengucapkan terima kasih kepada Camat Kubung dan Wali Nagari Koto Baru, serta Wali Nagari Salayo karena telah membantu menyukseskan acara ini dengan baik, dan Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyiapkan acara hari kakao nasional ini.

Gubenur Sumatera Barat yang diwakili Asisten dalam sambutanya menyampaikan Selamat kepada Saudara Busron yang telah berhasil menjadi Juara terbaik di tingkat nasional yang berasal dari kabupaten Solok dari kelompok tani Saiyo Nagari Salayo. Kita Sudah waktunya membudidayakan kakao dan mengangkat derajat petani , dan melakukan pendampingan yang baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Kita juga sudah ada jaminan yang aman untuk pertanian di Sumatera Barat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI Dr.Ir.Kasdi Subagyono, M.sc dalam sambutanya dan sekaligus pembukaan hari kakao Indonesia mengatakan, dulu produk pertanian dan perkebunan tersebar di seluruh Indonesia, tidak terletak pada daerah khusus, sehingga produsen yang memerlukan hasil perkebunan kesulitan memperoleh pasokan. "Sekarang kami membangun secara efisien dan terkelompok kawasannya (cluster) dimana beberapa tanaman perkebunan dan pertanian difokuskan di suatu daerah sehingga mudah untuk meningkatkan produksi dan kualitasnya," ujarnya.

Sebanyak 70 persen perkebunan di Indonesia milik rakyat. Kalau pekebun rakyat harus didukung dengan sarana, prasarana dan teknologi agar lebih berkembang maju.

Peran kita dalam meningkatkan produksi kakao dipusat bisa melakukan investasi, dan pemerintah daerah bisa melakukan bantuan kepada Petani daerah

"Kami akan berusaha membantu pekebun kakao, khususnya di Kabupaten Solok. Apalagi Kakao pasar ekspornya besar. Tapi kalau produksi dan pengolahan tidak meningkat tentu tidak akan berkembang," ujarnya. Pihaknya menilai salah satu upaya meningkatkan produksi tanaman perkebunan termasuk Kakao dengan menyediakan logistik benih atau bibit mandiri.

"Artinya, daerah tidak perlu mebeli atau mencari bibit ke daerah lain. Tapi membuat dan menyediakan bibit sendiri sehingga mempermudah petani dan mengurangi biaya produksi," tuturnya.

Bibit yang didapatkan dari luar daerah tentu lebih mahal. Tapi, jika benih ada dikluster di daerah itu sendiri akan mempermudah petani mendapatkan bibit berkualitas Dan bagus.

Penulis: Admin










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)